Home Berita Diversity Award & Fellowship Liputan Keberagaman 2018

Diversity Award & Fellowship Liputan Keberagaman 2018

8 min read
0
0
2,812

Mejalani musim politik bernuansa SARA di era digital bukan perkara mudah bagi media. Tantangan untuk setia sebagai lokomotif konsolidasi demokrasi di satu sisi dan godaan untuk sekadar bertahan atau malah terseret pasar yang sentimen (negatif) SARA dengan menabrak etika jurnalistik pada sisi lainnya adalah ketegangan yang digumuli media dan para jurnalis di banyak tempat.

Tak dipungkiri, Brexit Inggris, kemenangan Trump di Amerika, pilkada DKI Jakarta yang brutal dan gemilangnya partai-partai konservatif sayap kanan pada pemilu Jerman merupakan buah dari kerja-kerja media, terutama media sosial, yang tidak ramah terhadap keberagaman. Karena itu, hajatan politik 2018 dan 2019 di Indonesia menjadi ujian berikutnya dunia pers kita dalam mengawal keberagaman.

Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK) kembali mengundang rekan-rekan media, jurnalis dan publik yang memberi perhatian pada kehidupan kebinekaan bangsa ini untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan Diversity Award 2018 dan Fellowship Liputan Keberagaman 2018.

SEJUK membuka kesempatan kepada redaksi atau produser media, jurnalis, komunitas penyintas, organisasi masyarakat sipil serta publik secara luas untuk mengusulkan karya-karya jurnalistik terbaik pengusung gagasan dan fakta keberagaman yang layak menerima Diversity Award 2018.

SEJUK juga mengundang rekan-rekan jurnalis mengirimkan proposal liputan bertema keberagaman (agama atau kepercayaan, etnis dan gender) untuk mendapatkan beasiswa dalam Fellowship Liputan Keberagaman 2018.

 

Diversity Award dan Fellowship Liputan Keberagaman

Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK)

2018

A. Diversity Award 2018

Penghargaan ini ditujukan kepada karya-karya jurnalistik yang kuat dan mendalam menyuarakan isu toleransi beragama dengan membela pihak-pihak yang dipinggirkan maupun menggemakan harmoni kehidupan beragama dan berkeyakinan yang berbeda. Diversity Award ini merupakan bentuk apresiasi atas karya-karya jurnalistik yang tidak sekadar memberitakan fakta, tetapi menunjukkan komitmen kepada semangat keragaman dengan menyuarakan secara tegas penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak-hak warga negara dalam beragama dan mengekspresikan keyakinannya sesuai tuntunan konstitusi dan hak asasi manusia.

SEJUK menyelenggarakan Diversity Award untuk ketiga kalinya yang digelar setiap dua tahun sekali: 2014, 2016, dan 2018.

Hadiah

Total hadiah Diversity Award 2018: Rp. 75.000.000.

Persyaratan

  • Karya-karya jurnalistik yang memberitakan isu toleransi beragama
  • Produk jurnalistik dari jurnalis yang masih aktif
  • Karya dimuat di media pada kurun 1 Januari 2017 – 30 Januari 2018
  • Surat keterangan dari media yang menyatakan karya tersebut pernah dimuat/ditayangkan

Kategori Media

Cetak, online, radio, televisi dan foto jurnalistik

Dewan Juri

Abdul Manan, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI)

Andy Budiman, pendiri Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK)

Okky Madasari, novelis peraih Khatulistiwa Literary Award 2012

Oscar Motuloh, pendiri Galeri Foto Jurnalistik Antara

Uni Lubis, Pemimpin Redaksi Rappler Indonesia

Karya

Kirim rekomendasi dan karya ke daftar.sejuk@gmail.com dengan menyertakan nama atau lembaga pengusul. Pengiriman paling lambat tanggal 10 Februari 2018. Untuk karya radio dan televisi dapat dikirim dengan CD ke sekretariat SEJUK, Jl. Saharjo No. 149 M, Jakarta Selatan 12860

Penyerahan Penghargaan

Diversity Award 2018 diumumkan dan diserahkan Rabu, 7 Maret 2018

 

B. Fellowship Liputan Keberagaman 2018

Ini merupakan program bantuan terbatas kepada jurnalis di Indonesia untuk melakukan liputan isu keberagaman dengan bersetia pada Konstitusi dan Hak Asasi Manusia.

Fellowship Liputan Keberagaman 2018 bertujuan untuk mendorong jurnalis dan media massa cetak, online, radio, dan televisi lebih memberi perhatian terhadap isu keberagaman agama dan kepercayaan, etnis serta gender dan seksualitas dengan menggunakan kaca mata toleransi atau pluralisme dan hak asasi manusia.

Untuk itu Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK) mengundang rekan-rekan jurnalis, baik dari media nasional maupun lokal, untuk terlibat dalam Fellowship Liputan Keberagaman 2018 dengan membuat proposal liputan yang mengambil tema:

  • Keberagaman Agama dan Kepercayaan
  • Keberagaman Etnis
  • Keberagaman Gender dan Seksualitas

 Ketentuan:

  • Proposal liputan mencakup: tema, judul, latar belakang, angle, narasumber dan pertanyaan kunci, serta wishlist/kebutuhan visual (untuk TV).
  • Menyertakan surat pengantar dan kesediaan redaksi untuk memuat hasil liputan pemenang Fellowship Liputan Keberagaman 2018
  • Menyertakan biodata peserta beserta kartu pers
  • Peserta dipersilakan mengirimkan lebih dari satu proposal

Besaran Fellowship

Fellowship Liputan Keberagaman 2018 diberikan kepada 8 (delapan) pemenang, diseleksi masing-masing 2 (dua) jurnalis dari kategori media cetak, online, radio, dan televisi. Total dana fellowship: Rp. 90.000.000,- dengan rincian sebagai berikut:

2 Pemenang Kategori TV Rp. 15.000.000,-

2 Pemenang Kategori Cetak Rp. 10.000.000,-

2 Pemenang Kategori Online Rp. 10.000.000,-

2 Pemenang Kategori Radio Rp. 10.000.000,-

Dewan Juri

Ahmad Junaidi, The Jakarta Post

Budhi Kurniawan, Kompas TV dan pendiri Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK)

Citra Dyah Prastuti, Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR)

Saidiman Ahmad, peneliti Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC)

Usman Kansong, Direktur Pemberitaan Media Indonesia

Waktu Fellowship

Batas waktu penerimaan proposal 10 Desember 2017 – 10 Februari 2018 lewat email: daftar.sejuk@gmail.com

Seleksi dilakukan oleh panitia dan dewan juri. Pembuatan keputusan bersifat rahasia dan independen. Keputusan para penerima fellowship tidak bisa diganggu gugat. Selanjutnya digelar proses workshop dan coaching untuk para penerima fellowship beserta dewan juri.

Pengumuman penerima Fellowship Liputan Keberagaman 2018 akan disampaikan pada malam Diversity Award (Rabu, 7 Maret 2018).

 

Program Diversity Award 2018 dan Fellowship Liputan Keberagaman 2018 ini didukung oleh Kedutaan Besar Norwegia.

 

Jakarta, 30 November 2017

Ahmad Junaidi, Direktur SEJUK

Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK) adalah ruang bersama yang dibentuk kalangan jurnalis, aktivis dan penulis yang mendorong terciptanya masyarakat, dengan dukungan media massa, yang menghormati, melindungi dan mempertahankan keberagaman sebagai bagian dari pembelaan hak asasi manusia. Mei 2008 sekitar 30 jurnalis dari berbagai media dengan para aktivis HAM dan antar-iman, serta penulis isu kebebasan beragama, bertemu dan mendiskusikan tentang kekhawatiran meningkatnya konservatisme di kalangan jurnalis dan kecenderungan media massa yang menyudutkan kelompok minoritas bahkan korban diskriminasi dan kekerasan atas nama agama. Keyakinan pada peran strategis pers sebagai salah satu pilar demokrasi dan pengaruhnya yang luas terhadap publik meneguhkan kembali semangat kebersamaan di kalangan jurnalis dan masyarakat lainnya dalam pertemuan itu untuk mengkampanyekan pentingnya pemberitaan media dalam menghidupkan toleransi dan perdamaian, bukan sebaliknya. 1 Juni 2008, ketika massa yang terdiri dari FPI dan laskarnya menyerang Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) yang menggelar apel peringatan Hari Kelahiran Pancasila di Monas, merupakan titik tolak bagi kalangan jurnalis mengembangkan jaringan kerja untuk kampanye jurnalisme keberagaman. Sebab, berbagai pemberitaan terkait “tragedi Monas” saat itu cenderung memojokkan AKKBB. Memberitakan dengan sentimen keyakinan jurnalis menjadi penyebab dasarnya, selain minimnya perspektif pluralisme dan HAM serta ketidaksetiaan jurnalis dan media pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS). Pembentukan SEJUK pun menjadi kebutuhan menghidupkan jurnalisme damai pada lingkup isu keberagaman (kebebasan beragama/berkeyakinan, etnis, keadilan gender dan orientasi seksual). Training jurnalis, in-house workshop, workshop untuk jurnalis kampus, media visit menghadirkan kelompok korban dan minoritas, diskusi media untuk memframing setiap isu keberagaman yang aktual atau mem-feeding-nya kepada jaringan jurnalis dan media, Diversity Award, Fellowship Liputan Keberagaman, monitoring media, dan penerbitan buku jurnalisme keberagaman merupakan kegiatan rutin SEJUK. Maraknya fake news dan fake information menjadi tantangan jurnalisme keberagaman untuk lebih menjangkau dan memanfaatkan media sosial agar menjadi ruang bersama yang mempromosikan dan menghargai kebinekaan. Strategic Planning SEJUK (Januari 2017) memfokuskan kerja-kerja jurnalisme keberagaman pada bagaimana media (mainstream dan media sosial) maupun korban atau penyintas dan kelompok minoritas secara efektif merespon hoax. Ini merupakan mandat forum diskusi terbatas bersama jaringan jurnalis senior dan beberapa pimpinan redaksi media nasional di Jakarta yang mengamanatkan SEJUK memanfaatkan media sosial. SEJUK kini mempunyai dua jaringan kerja yang aktif mempromosikan jurnalisme keberagaman di berbagai wilayah Indonesia. Pertama, jurnalis SEJUK yang menjangkau di banyak wilayah, salah satunya mendirikan SEJUK Kalbar. Kedua, pers mahasiswa yang di kampus menghadapi menguatnya gerakan radikalisme agama. Kedua jaringan kerja SEJUK bersama dengan kelompok korban, minoritas, akademisi, pejuang HAM kebebasan beragama dan berkeyakinan aktif memajukan jurnalisme yang menyuarakan hak-hak korban dan minoritas.

Load More Related Articles
Load More By Redaksi
Load More In Berita

Leave a Reply

Check Also

Dari Nabi Muhammad Umat Islam Indonesia Hendaknya Hidupkan Toleransi

Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama Bogor KH. Romdon M.Ag. MH menyatakan bahwa pentingnya…