Senin, Maret 9, 2026
  • Login
SUBSCRIBE
SEJUK
No Result
View All Result
  • Isu
    • Agama
    • Disabilitas
    • Gender dan Seksual
    • Etnis
  • Liputan Kolaborasi
    • 2023
    • 2022
    • 2021
    • <2020
  • Panduan Jurnalis
  • Kontributor
  • English
  • Agenda
  • Galeri
  • Isu
    • Agama
    • Disabilitas
    • Gender dan Seksual
    • Etnis
  • Liputan Kolaborasi
    • 2023
    • 2022
    • 2021
    • <2020
  • Panduan Jurnalis
  • Kontributor
  • English
  • Agenda
  • Galeri
No Result
View All Result
SEJUK
No Result
View All Result
Home Gender dan seksual

Korban Pertama dalam Serangan AS-Israel ke Iran adalah Perempuan dan Anak-anak

by Redaksi
06/03/2026
in Gender dan seksual, Liputan Media
Reading Time: 3min read
Korban Pertama dalam Serangan AS-Israel ke Iran adalah Perempuan dan Anak-anak

Foto: Xinhua/Alamy via theguardian.com

Share on FacebookShare on Twitter

Serangan rudal yang dilaporkan melibatkan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran kembali memunculkan kekhawatiran serius terhadap keselamatan warga sipil, khususnya perempuan dan anak-anak. Salah satu peristiwa paling tragis terjadi pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026 sekitar pukul 10.00 waktu setempat, ketika rudal menghantam Sekolah Shajareh Tayyebeh di kota Minab, Iran selatan. Serangan terjadi saat kegiatan belajar sedang berlangsung. Di Iran, minggu sekolah dimulai pada Sabtu hingga Kamis, sehingga ruang-ruang kelas dipenuhi murid ketika serangan terjadi. Puluhan siswi berusia tujuh hingga dua belas tahun dilaporkan tewas setelah bangunan beton sekolah runtuh. Guru serta beberapa orang tua murid yang berada di lokasi juga menjadi korban. Kota kecil di dekat Laut Oman tersebut pun berubah menjadi lokasi tragedi kemanusiaan yang mengguncang komunitas setempat.

Beberapa akun yang berafiliasi dengan Israel sempat mengklaim bahwa lokasi sekolah tersebut merupakan bagian dari pangkalan Korps Garda Revolusi Islam Iran. Namun investigasi unit digital Al Jazeera yang menganalisis citra satelit selama lebih dari sepuluh tahun menunjukkan bahwa sekolah tersebut terpisah secara jelas dari fasilitas militer di sekitarnya. Analisis tersebut juga memanfaatkan video terbaru dari lokasi kejadian, laporan media, serta pernyataan resmi dari otoritas Iran. Temuan itu kemudian memunculkan pertanyaan serius mengenai akurasi intelijen yang digunakan sebagai dasar serangan.

Foto dan video yang telah diverifikasi dari lokasi menunjukkan gambaran yang sangat memilukan: tubuh anak-anak tertimbun puing-puing bangunan, tas sekolah berlumuran darah, serta serpihan beton yang berserakan di ruang kelas yang hancur. Media internasional seperti The Guardian melaporkan bahwa sebagian materi visual tidak dipublikasikan karena terlalu mengerikan. Dalam salah satu rekaman yang beredar, terlihat lengan seorang anak kecil ditarik dari reruntuhan bangunan, korban diketahui merupakan murid perempuan yang saat itu sedang mengikuti pelajaran.

Menurut Shiva Amelirad, perwakilan Dewan Koordinasi Asosiasi Perdagangan Guru Iran yang berbasis di Kanada, sekolah tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi keluarga militer. Banyak murid berasal dari keluarga biasa dengan kondisi ekonomi terbatas. Ia menjelaskan bahwa karena biaya sekolah lebih rendah sementara sekolah negeri di daerah tersebut sangat padat, banyak keluarga memilih menyekolahkan anak-anak mereka di sana. Dalam beberapa kasus, lebih dari satu anak dari keluarga yang sama dilaporkan meninggal dalam serangan tersebut.

Kantor berita mahasiswa Iran yang berafiliasi dengan negara, ISNA, melaporkan bahwa kepala sekolah termasuk di antara korban tewas. Organisasi hak asasi manusia Hengaw menyebutkan bahwa sesi belajar pagi biasanya dihadiri sekitar 170 murid. Seorang pejabat setempat juga mengatakan kepada Associated Press bahwa korban tidak hanya terdiri dari siswa, tetapi juga orang tua dan staf sekolah. Serangan ini tidak hanya menghancurkan sebuah institusi pendidikan, tetapi juga melukai komunitas sosial yang selama ini tumbuh di sekitarnya.

Dampak yang lebih luas juga terlihat dari meningkatnya jumlah korban sipil sejak eskalasi konflik terjadi. Palang Merah Iran melaporkan sedikitnya 555 orang tewas di seluruh negeri sejak serangan dimulai. Sementara Human Rights Activist News Agency yang berbasis di Amerika Serikat menyebutkan jumlah korban sipil mencapai sedikitnya 742 orang, termasuk 176 anak-anak. Data tersebut menunjukkan bahwa perempuan dan anak-anak menjadi kelompok yang paling terdampak dalam konflik bersenjata yang terus meluas ini.

Komunitas internasional mulai menyuarakan kekhawatiran mendalam atas serangan terhadap fasilitas pendidikan tersebut. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menyatakan bahwa pembunuhan murid di tempat belajar merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan menyerukan perlindungan terhadap sekolah, siswa, serta tenaga pendidik di wilayah konflik. Sementara itu, United Nations Entity for Gender Equality and the Empowerment of Women (UN Women) juga menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap eskalasi kekerasan ini. Lembaga tersebut menegaskan bahwa perempuan dan anak perempuan berhak hidup dalam keselamatan serta mendesak de-eskalasi segera dan perlindungan penuh bagi seluruh warga sipil.

Sumber:

https://www.aljazeera.com/news/2026/3/3/questions-over-minab-girls-school-strike-as-israel-us-deny-involvement

https://www.theguardian.com/global-development/2026/mar/03/minab-school-bombing-how-the-worst-mass-casualty-event-of-the-iran-war-unfolded-a-visual-guide

https://news.un.org/en/story/2026/03/1167071

Tags: #HAMHeadlineKeberagamanSEJUK
Previous Post

Tersangka Pemerkosaan Anak di Bawah Umur Dilantik Jadi TNI-AD Korban Alami Pendarahan dan Depresi

Redaksi

Redaksi

Journalists Association for Diversity (SEJUK) is an organization formed by journalists, activists, and writers to encourage the creation of society, with the support of the mass media, to respects, protects, and maintains diversity as part of the defense of human rights. SEJUK actively promotes perspectives of pluralism, human rights, gender, and diversity of sexuality to revive peaceful journalism. The aim is to spread issues of diversity in religion/belief, ethnicity, gender, and sexual orientation as well as other minority groups.

Related Posts

Tersangka Pemerkosaan Anak di Bawah Umur Dilantik Jadi TNI-AD Korban Alami Pendarahan dan Depresi

Tersangka Pemerkosaan Anak di Bawah Umur Dilantik Jadi TNI-AD Korban Alami Pendarahan dan Depresi

05/03/2026
Jangan Biarkan PPHAM Berjuang dalam Ancaman

Jangan Biarkan PPHAM Berjuang dalam Ancaman

23/05/2025
Perempuan, 16HAKTP

Peringati 16HAKTP, Aliansi Perempuan Indonesia Melakukan Aksi Menggugat Negara

25/11/2024
Komunitas Kreatif Dukung Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan

Komunitas Kreatif Dukung Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan

19/11/2024
Please login to join discussion

Terpopuler

  • “Mama, Aku Lesbian dan Aku tetap Putrimu”

    “Mama, Aku Lesbian dan Aku tetap Putrimu”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Muhammadiyah dan NU Tolak MUI Fatwakan Sesat Syiah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Review Gadis Kretek: Kisah Cinta Dasiyah Memang Menyedihkan, Namun Peristiwa 1965 yang Menghancurkan Hidupnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tragedi Berdarah Bitung: Maraknya Ujaran Kebencian di TikTok Memperluas Potensi Konflik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gereja Ortodoks Rusia di Indonesia: Menjumpa dan Menyapa yang Berbeda dengan Cinta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tentang Kami

Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK) didirikan tahun 2008 oleh para jurnalis dari berbagai media mainstream, aktivis hak asasi manusia (HAM), dialog antar-iman dan penulis.

Hubungi Kami

Kontak

Karir

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • TikTok
  • YouTube

Community Guidelines

Kontributor

Pedoman Media Siber

© 2020 Serikat Jurnalis untuk Keberagaman

No Result
View All Result
  • Isu
    • Agama
    • Disabilitas
    • Gender dan Seksual
    • Etnis
  • Liputan Kolaborasi
    • 2023
    • 2022
    • 2021
    • <2020
  • Panduan Jurnalis
  • Kontributor
  • English
  • Agenda
  • Galeri

© 2020 Serikat Jurnalis untuk Keberagaman

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In