Sabtu, September 19, 2026
  • Login
SUBSCRIBE
SEJUK
No Result
View All Result
  • Isu
    • Agama
    • Disabilitas
    • Gender dan Seksual
    • Etnis
  • Liputan Kolaborasi
    • 2023
    • 2022
    • 2021
    • <2020
  • Panduan Jurnalis
  • Kontributor
  • English
  • Agenda
  • Galeri
  • Isu
    • Agama
    • Disabilitas
    • Gender dan Seksual
    • Etnis
  • Liputan Kolaborasi
    • 2023
    • 2022
    • 2021
    • <2020
  • Panduan Jurnalis
  • Kontributor
  • English
  • Agenda
  • Galeri
No Result
View All Result
SEJUK
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Ali Masykur Musa: Kebebasan Pers Amanat UUD 1945

by Redaksi
09/02/2013
in Uncategorized
Reading Time: 1min read
Share on FacebookShare on Twitter

 

Liputan6.com, Jakarta : Pers adalah salah satu pilar penting dalam tegaknya demokrasi di Indonesia. Apa yang diperjuangkan oleh pers, sama dengan prinsip negara Indonesia, yakni demokrasi, rule of law,dan social welfare. Demikian disampaikan anggota Badan Pemeriksa Keuangan Ali Masykur Musa.

“Kemerdekaan berekspresi yang juga berarti kebebasan pers merupakan komitmen pertama yang ada di dalam UUD 1945, bahkan menjadi kalimat pertama dalam Pembukaan. Bertolak dari UUD tersebut, pers mempunyai peran kebangsaan yang tidaklah kecil,” kata peserta Konvensi Capres Partai Demokrat ini kepada Liputan6.com di Jakarta, Sabtu (8/2/2014).

Apalagi, mendekati masa transisi pemerintahan ini, Ali berujar, peran pers sangatlah besar. Khususnya menciptakan suasana yang aman dan tertib.

“Dengan semakin berkualitasnya pers, maka upaya membangun demokrasi yang berkeadilan sosial dalam suasana yang aman, tertib, dan damai bisa lebih mudah terlaksana. Karena masyarakat mendapatkan mutu pemberitaan yang terjamin,” ujar tokoh muda Nahdlatul Ulama ini.

Oleh karena itu, lanjut Ali, sebagai salah satu dari pilar demokrasi, pers harus terus didukung untuk meningkatkan profesionalisme.

“Untuk mencerdaskan bangsa seperti yang diamanatkan oleh Konstitusi, saya mendukung penuh perjuangan pers untuk menciptakan pers yang bebas, profesional, dan sejahtera,” paparnya.

“Bukan zamannya lagi pers diintervensi oleh kepentingan penguasa atau pemilik modal. Pers berjuang untuk kecerdasan dan kemandirian masyarakat,” pungkasnya. (Ado/Ism)

 

Sumber: http://news.liputan6.com/read/821841/ali-masykur-musa-kebebasan-pers-amanat-uud-1945

Previous Post

Kejagung Dinilai Tak Serius Proses Tragedi Talang Sari

Next Post

Diskriminasi di Ranah Minang

Redaksi

Redaksi

Journalists Association for Diversity (SEJUK) is an organization formed by journalists, activists, and writers to encourage the creation of society, with the support of the mass media, to respects, protects, and maintains diversity as part of the defense of human rights. SEJUK actively promotes perspectives of pluralism, human rights, gender, and diversity of sexuality to revive peaceful journalism. The aim is to spread issues of diversity in religion/belief, ethnicity, gender, and sexual orientation as well as other minority groups.

Related Posts

Festival Jagat 2026: Menegaskan Peran Agama untuk Kelestarian Alam

Festival Jagat 2026: Menegaskan Peran Agama untuk Kelestarian Alam

26/08/2026
Mengenal Forum Lingkar Jagat, Menyatukan Langkah Ekologi Lintas Iman

Mengenal Forum Lingkar Jagat, Menyatukan Langkah Ekologi Lintas Iman

26/08/2026
Dubes Australia Apresiasi Kepemimpinan Perempuan di Morota

Dubes Australia Apresiasi Kepemimpinan Perempuan di Morota

22/10/2025
Kolaborasi Perempuan Akar Rumput dan Media di Tengah Menguatnya Kekerasan Struktural

Kolaborasi Perempuan Akar Rumput dan Media di Tengah Menguatnya Kekerasan Struktural

15/10/2025
Next Post

Diskriminasi di Ranah Minang

Please login to join discussion

Terpopuler

  • “Mama, Aku Lesbian dan Aku tetap Putrimu”

    “Mama, Aku Lesbian dan Aku tetap Putrimu”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Gereja Pertama di Indonesia yang Menerima LGBT dengan Terbuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Review Gadis Kretek: Kisah Cinta Dasiyah Memang Menyedihkan, Namun Peristiwa 1965 yang Menghancurkan Hidupnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soal LGBT: Yang Dilarang Islam Homoseksual atau Sodomi?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Alasan Mengapa LGBT Diterima Gereja Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tentang Kami

Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK) didirikan tahun 2008 oleh para jurnalis dari berbagai media mainstream, aktivis hak asasi manusia (HAM), dialog antar-iman dan penulis.

Hubungi Kami

Kontak

Karir

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • TikTok
  • YouTube

Community Guidelines

Kontributor

Pedoman Media Siber

© 2020 Serikat Jurnalis untuk Keberagaman

No Result
View All Result
  • Isu
    • Agama
    • Disabilitas
    • Gender dan Seksual
    • Etnis
  • Liputan Kolaborasi
    • 2023
    • 2022
    • 2021
    • <2020
  • Panduan Jurnalis
  • Kontributor
  • English
  • Agenda
  • Galeri

© 2020 Serikat Jurnalis untuk Keberagaman

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In