Selasa, Februari 10, 2026
  • Login
SUBSCRIBE
SEJUK
No Result
View All Result
  • Isu
    • Agama
    • Disabilitas
    • Gender dan Seksual
    • Etnis
  • Liputan Kolaborasi
    • 2023
    • 2022
    • 2021
    • <2020
  • Panduan Jurnalis
  • Kontributor
  • English
  • Agenda
  • Galeri
  • Isu
    • Agama
    • Disabilitas
    • Gender dan Seksual
    • Etnis
  • Liputan Kolaborasi
    • 2023
    • 2022
    • 2021
    • <2020
  • Panduan Jurnalis
  • Kontributor
  • English
  • Agenda
  • Galeri
No Result
View All Result
SEJUK
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Jelang Pemilu, 48 Kekerasan, 6 Warga Tewas

by Redaksi
04/04/2014
in Uncategorized
Reading Time: 2min read
Ayo, Jangan Diam Hadapi Intoleransi!
Share on FacebookShare on Twitter

Kontras Laporkan Kekerasan HAM Pemilu Legislatif di Aceh

JAKARTA – Angka kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) meningkat menjelang hari H pemilu legislatif. Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) melaporkan telah terjadi 48 tindak kekerasan dan pelanggaran HAM sepanjang Januari-Maret 2014 yang terkait gelaran pileg.

Wakil Koordinator Kontras Chrisbiantoro menyatakan, dari rentetan kasus yang terjadi, penegakan hukum atas kekerasan politik itu sangat lemah. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) daerah maupun pusat dinilai lamban merespons berbagai tindak kekerasan yang terjadi.

“Tidak ada tindakan Bawaslu pusat maupun daerah untuk memberikan sanksi teguran maupun diskualifikasi terhadap peserta pemilu,” ujar Chris dalam keterangan pers saat akan melaporkan kasus pelanggaran itu ke Bawaslu, Rabu (2/4).

Menurut Chris, kasus di Aceh tidak hanya pelanggaran jadwal kampanye, perusakan atribut, atau keterlibatan anak-anak dalam kampanye. Kekerasan pemilu di Aceh sudah menyasar pada tindakan pidana. Polri sudah menangkap 25 tersangka yang menjadi oknum kekerasan dan pelanggaran HAM itu. “Polisi sudah bertindak meski belum signifikan. Sementara, pengawas pemilu masih lamban dalam memberi respons,” ujarnya.

Pemantau Kontras Ananto Setiawan menambahkan, data yang dikumpulkan menunjukkan eskalasi kekerasan di Aceh meningkat menjelang pileg. Jika pada Januari terjadi empat kekerasan, Februari meningkat menjadi 11 kekerasan. Puncaknya, terjadi 33 kasus kekerasan dan pelanggaran HAM pemilu paa Maret. “Dari jumlah itu, baru enam kasus yang diungkap di kepolisian,” ujar Ananto.

Korban dan pelaku tindak kekerasan, kata Ananto, hampir semuanya oknum kader parpol. Namun, konflik antara Partai Aceh dan Partai Nasional Aceh tercatat memiliki “kontribusi” pelanggaran terbanyak. Kontras mencatat, secara keseluruhan terjadi 29 kali perusakan, enam intimidasi, dua penculikan, 12 penganiayaan, dan tujuh penembakan.

“Warga dan jurnalis juga menjadi sasaran kekerasan. Termasuk anak 1,5 tahun yang tewas,” kata Ananto. Enam warga tewas dan 19 luka tercatat dalam data Kontras terkait kekerasan pemilu di Aceh pada Januari”Maret 2014.

Aktivis Kontras lainnya, Bustami Arifin, mempertanyakan kelayakan pemilu untuk tetap dilaksanakan sesuai jadwal di Aceh. Bustami menyatakan, sebagai warga Aceh, dirinya mengaku tidak membutuhkan pemilu jika prosesnya harus dicapai dengan cara kekerasan.

“Bawaslu harus bertindak atas manuver-manuver politik yang terjadi di sana,” ujar Bustami. Aduan yang disampaikan Kontras itu diterima Komisioner Bawaslu Nasrullah. Dia menyatakan akan menerima aduan Kontras dan segera menindaklanjuti di level yang seharusnya. (bay/c2)

 

Sumber: http://www.jpnn.com/read/2014/04/03/226008/Jelang-Pemilu,-48-Kekerasan,-6-Warga-Tewas-#

Tags: #HAM#PemiluKeberagaman
Previous Post

Suryadharma Ali Gagal Rawat Kebebasan Beragama

Next Post

Tak banyak caleg yang peduli pada isu kebebasan beragama

Redaksi

Redaksi

Journalists Association for Diversity (SEJUK) is an organization formed by journalists, activists, and writers to encourage the creation of society, with the support of the mass media, to respects, protects, and maintains diversity as part of the defense of human rights. SEJUK actively promotes perspectives of pluralism, human rights, gender, and diversity of sexuality to revive peaceful journalism. The aim is to spread issues of diversity in religion/belief, ethnicity, gender, and sexual orientation as well as other minority groups.

Related Posts

Dubes Australia Apresiasi Kepemimpinan Perempuan di Morota

Dubes Australia Apresiasi Kepemimpinan Perempuan di Morota

22/10/2025
Kolaborasi Perempuan Akar Rumput dan Media di Tengah Menguatnya Kekerasan Struktural

Kolaborasi Perempuan Akar Rumput dan Media di Tengah Menguatnya Kekerasan Struktural

15/10/2025
Ngober: Ngonten Keberagaman

Ngober: Ngonten Keberagaman

28/11/2024
Transgender

DOSA DAN NERAKA BUKAN URUSAN NEGARA: TRANSGENDER ISA ZEGA UMRAH BERJILBAB TIDAK BISA DIPENJARA

26/11/2024
Next Post
Tak banyak caleg yang peduli pada isu kebebasan beragama

Tak banyak caleg yang peduli pada isu kebebasan beragama

Please login to join discussion

Terpopuler

  • “Mama, Aku Lesbian dan Aku tetap Putrimu”

    “Mama, Aku Lesbian dan Aku tetap Putrimu”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gereja Ortodoks Rusia di Indonesia: Menjumpa dan Menyapa yang Berbeda dengan Cinta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Gereja Pertama di Indonesia yang Menerima LGBT dengan Terbuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Menumbuhkan Sikap Toleransi Antarumat Beragama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Memberitakan Konflik Etnis dan Agama di Kalimantan Barat: Undangan Workshop & Story Grant Jurnalisme Keberagaman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tentang Kami

Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK) didirikan tahun 2008 oleh para jurnalis dari berbagai media mainstream, aktivis hak asasi manusia (HAM), dialog antar-iman dan penulis.

Hubungi Kami

Kontak

Karir

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • TikTok
  • YouTube

Community Guidelines

Kontributor

Pedoman Media Siber

© 2020 Serikat Jurnalis untuk Keberagaman

No Result
View All Result
  • Isu
    • Agama
    • Disabilitas
    • Gender dan Seksual
    • Etnis
  • Liputan Kolaborasi
    • 2023
    • 2022
    • 2021
    • <2020
  • Panduan Jurnalis
  • Kontributor
  • English
  • Agenda
  • Galeri

© 2020 Serikat Jurnalis untuk Keberagaman

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In