Selasa, Mei 12, 2026
  • Login
SUBSCRIBE
SEJUK
No Result
View All Result
  • Isu
    • Agama
    • Disabilitas
    • Gender dan Seksual
    • Etnis
  • Liputan Kolaborasi
    • 2023
    • 2022
    • 2021
    • <2020
  • Panduan Jurnalis
  • Kontributor
  • English
  • Agenda
  • Galeri
  • Isu
    • Agama
    • Disabilitas
    • Gender dan Seksual
    • Etnis
  • Liputan Kolaborasi
    • 2023
    • 2022
    • 2021
    • <2020
  • Panduan Jurnalis
  • Kontributor
  • English
  • Agenda
  • Galeri
No Result
View All Result
SEJUK
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Lewat Jurnalisme Pers Mahasiswa Menangkal Hoax

by Redaksi
11/11/2017
in Uncategorized
Reading Time: 2min read
Lewat Jurnalisme Pers Mahasiswa Menangkal Hoax
Share on FacebookShare on Twitter

Suasana kegiatan “Hoax dan Jurnalisme Damai: Pelatihan Jurnalistik untuk Mahasiswa” di Jakarta (11/11/2017)

Berbeda ideologi adalah hal wajar dan harus dihormati. Tetapi ketika seseorang dengan ideologinya tampil dengan menyebar kebohongan yang mendorong kekerasan dan merampas hak asasi manusia, maka harus dilawan. Melawan hoax tidak selamanya efektif menggunakan counter narrative, sangat diperlukan juga alternative narrative.

Itu sekelumit simpulan yang berkembang dari sebuah diskusi bersama kalangan pers mahasiswa dari beberapa daerah yang mengikuti “Hoax dan Jurnalisme Damai: Pelatihan Jurnalistik untuk Mahasiswa” di bilangan Cikini yang didukung oleh Kedutaan Amerika Serikat (11/11/2017).

Kegiatan yang difasilitasi Kumkum, panggilan akrab Ignatius Haryanto, menghadirkan Rut Rismanta Silalahi dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Donny BU dari ICT Watch dan mewakili Kementerian Informasi dan Informatika (Keminfo) dan Tantowi Anwari dari Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK).

“Berita hoax, di antaranya, mudah dikenali dari judul dan headline dengan framing yang bombastis,” kata Rut Silalahi.

Maka jika menemukan informasi-informasi seperti itu, lanjut Rut, langsung cek dengan memverifikasi ke ahlinya atau dengan melacak (searching) sumber berita atau gambarnya, menelusuri sampai yang paling pertama diunggah. Dari sanalah akan mudah diketahui apakah sumber dan medianya kredibel sehingga informasinya bisa dikatakan sahih atau palsu.

Dari kiri ke kanan: Rut Silalahi, Donny BU dan Ignatius Haryanto

Pelatihan yang digelar 11-12 November 2017 ini bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang jurnalisme damai dan penerapannya dalam pemberitaan sekaligus bagaimana mengenali hoax dan melakukan antisipasi atau menangkalnya dengan prinsip-prinsip dasar jurnalistik. Berikutnya akan digelar 25-26 November 2017 di Semarang. Pendaftaran peserta masih dibuka dengan mengirim ke riasusanti@yahoo.com paling lambat 15 November 2017.

Koordinator program dari kegiatan ini, Fransisca Ria Susanti, memaparkan bahwa gerakan radikalisme dan kebencian terhadap kelompok yang berbeda meningkat seiring dengan munculnya situs-situs media online serta penyebaran informasi yang melanggar prinsip-prinsip dasar jurnalistik. Ironisnya, sambung perempuan yang disapa Santi, bukan hanya kalangan menengah ke bawah maupun kalangan tidak terdidik yang gampang dipengaruhi oleh informasi ini, tapi juga kalangan terdidik dan terpelajar, termasuk mahasiswa.

Begitulah alasan Santi dan timnya berikhtiar untuk melibatkan mahasiswa dalam bentuk pelatihan-pelatihan seperti ini.

“Ketika sebuah kebohongan diyakini sebagai kebenaran dan disebarluaskan secara massif maka yang muncul kemudian adalah masyarakat irasional yang gampang digerakkan oleh amuk,” kata Santi.

 

Tags: #Hoax#JurnalismeDamai#PersMahasiswa
Previous Post

Undangan Workshop Jurnalis Jawa Barat: Meliput Keberagaman di Tahun Politik

Next Post

Karena Ahmadiyah, oleh Negara Dilarang Menikah

Redaksi

Redaksi

Journalists Association for Diversity (SEJUK) is an organization formed by journalists, activists, and writers to encourage the creation of society, with the support of the mass media, to respects, protects, and maintains diversity as part of the defense of human rights. SEJUK actively promotes perspectives of pluralism, human rights, gender, and diversity of sexuality to revive peaceful journalism. The aim is to spread issues of diversity in religion/belief, ethnicity, gender, and sexual orientation as well as other minority groups.

Related Posts

Dubes Australia Apresiasi Kepemimpinan Perempuan di Morota

Dubes Australia Apresiasi Kepemimpinan Perempuan di Morota

22/10/2025
Kolaborasi Perempuan Akar Rumput dan Media di Tengah Menguatnya Kekerasan Struktural

Kolaborasi Perempuan Akar Rumput dan Media di Tengah Menguatnya Kekerasan Struktural

15/10/2025
Ngober: Ngonten Keberagaman

Ngober: Ngonten Keberagaman

28/11/2024
Transgender

DOSA DAN NERAKA BUKAN URUSAN NEGARA: TRANSGENDER ISA ZEGA UMRAH BERJILBAB TIDAK BISA DIPENJARA

26/11/2024
Next Post
Karena Ahmadiyah, oleh Negara Dilarang Menikah

Karena Ahmadiyah, oleh Negara Dilarang Menikah

Please login to join discussion

Terpopuler

  • “Mama, Aku Lesbian dan Aku tetap Putrimu”

    “Mama, Aku Lesbian dan Aku tetap Putrimu”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Review Gadis Kretek: Kisah Cinta Dasiyah Memang Menyedihkan, Namun Peristiwa 1965 yang Menghancurkan Hidupnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Gereja Pertama di Indonesia yang Menerima LGBT dengan Terbuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Alasan Mengapa LGBT Diterima Gereja Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengobatan Homeopati dan Tabligh Ahmadiyah: Safari Masjid Mubarak Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tentang Kami

Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK) didirikan tahun 2008 oleh para jurnalis dari berbagai media mainstream, aktivis hak asasi manusia (HAM), dialog antar-iman dan penulis.

Hubungi Kami

Kontak

Karir

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • TikTok
  • YouTube

Community Guidelines

Kontributor

Pedoman Media Siber

© 2020 Serikat Jurnalis untuk Keberagaman

No Result
View All Result
  • Isu
    • Agama
    • Disabilitas
    • Gender dan Seksual
    • Etnis
  • Liputan Kolaborasi
    • 2023
    • 2022
    • 2021
    • <2020
  • Panduan Jurnalis
  • Kontributor
  • English
  • Agenda
  • Galeri

© 2020 Serikat Jurnalis untuk Keberagaman

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In