Home Siaran Pers KRONOLOGI PENYERANGAN GEREJA HKBP FILADELFIA

KRONOLOGI PENYERANGAN GEREJA HKBP FILADELFIA

2 min read
1
0
1,489

Minggu, 22 April 2012

1. Jam 07.00: Massa intoleran sudah berada di sekitar lokasi Gereja HKBP Filadelfia. Dan sebagian sudah berada sekitar 300 m dari lokasi Gereja untuk melakukan pemblokiran jalan menuju lokasi gereja.


2. Jam 07.30: Satpol PP Kab Bekasi dan Polisi sudah hadir di lokasi Gereja HKBP Filadelfia dan di pintu masuk Perumahan Villa Bekasi Indah 2, yang berjarak sekitar 700 m dari lokasi gereja. Perumahan Villa Bekasi Indah 2 belakangan ini setelah terjadi beberapa kali pemblokiran jalan serta penghadangan massa intoleran menjadi titik kumpul jemaat HKBP Filadelfia untuk bersama-sama berjalan menuju ke lokasi Gereja.


3. Jam 08.00: Jemaat HKBP Filadelfia mulai berdatangan ke titik kumpul di gerbang masuk perumahan Villa Bekasi Indah 2.


4. Jam 08.15: Aparat Polisi, Pemda Kab Bekasi, Camat Tambun Utara, Kepala Desa Jejalen Jaya dan Ketua Satpol PP Kab Bekasi, memberi pengarahan kepada jemaat HKBP Filadelfia yang intinya meminta jemaat HKBP Filadelfia mau direlokasi beribadah di Gedung Guru Jalan Kalimaya 1 Metland Cibitung yang berjarak sekitar 9 km dari lokasi gereja.


5. Jam 08.30: Pimpinan Jemaat HKBP Filadelfia bernegoisasi dengan aparat pemerintah, Ketua Satpol PP dan aparat keamanan agar HKBP Filadelfia diizinkan beribadah dilokasi gereja dan dilindungi. Negoisasi alot dan hasilnya tidak ada.


6. Jam 09.00 : HKBP Filadelfia berbaris dan mendengar pengarahan dari Pimpinan Jemaat HKBP Filadelfia agar berangkat dengan damai, tidak terpancing dengan provokasi dan tidak membuat tindakan anarkis.


7. Jam 09.05 : HKBP Filadelfia berjalan menuju ke lokasi gereja, tetapi dihadang oleh Satpol PP Kab Bekasi dan polisi di pintu masuk Perumahan Villa Bekasi Indah 2. HKBP Filadelfia berusaha memohon agar diizinkan sampai pada akhirnya ada aksi dorong mendorong dengan Satpol PP dan polisi karena tidak diberi izin.


8. Jam 09.15: Akhirnya HKBP Filadelfia harus beribadah di tengah jalan di pintu masuk perumahan Villa Bekasi Indah 2.


9. Jam 09.15

Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK) adalah ruang bersama yang dibentuk kalangan jurnalis, aktivis dan penulis yang mendorong terciptanya masyarakat, dengan dukungan media massa, yang menghormati, melindungi dan mempertahankan keberagaman sebagai bagian dari pembelaan hak asasi manusia. Mei 2008 sekitar 30 jurnalis dari berbagai media dengan para aktivis HAM dan antar-iman, serta penulis isu kebebasan beragama, bertemu dan mendiskusikan tentang kekhawatiran meningkatnya konservatisme di kalangan jurnalis dan kecenderungan media massa yang menyudutkan kelompok minoritas bahkan korban diskriminasi dan kekerasan atas nama agama. Keyakinan pada peran strategis pers sebagai salah satu pilar demokrasi dan pengaruhnya yang luas terhadap publik meneguhkan kembali semangat kebersamaan di kalangan jurnalis dan masyarakat lainnya dalam pertemuan itu untuk mengkampanyekan pentingnya pemberitaan media dalam menghidupkan toleransi dan perdamaian, bukan sebaliknya. 1 Juni 2008, ketika massa yang terdiri dari FPI dan laskarnya menyerang Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) yang menggelar apel peringatan Hari Kelahiran Pancasila di Monas, merupakan titik tolak bagi kalangan jurnalis mengembangkan jaringan kerja untuk kampanye jurnalisme keberagaman. Sebab, berbagai pemberitaan terkait “tragedi Monas” saat itu cenderung memojokkan AKKBB. Memberitakan dengan sentimen keyakinan jurnalis menjadi penyebab dasarnya, selain minimnya perspektif pluralisme dan HAM serta ketidaksetiaan jurnalis dan media pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS). Pembentukan SEJUK pun menjadi kebutuhan menghidupkan jurnalisme damai pada lingkup isu keberagaman (kebebasan beragama/berkeyakinan, etnis, keadilan gender dan orientasi seksual). Training jurnalis, in-house workshop, workshop untuk jurnalis kampus, media visit menghadirkan kelompok korban dan minoritas, diskusi media untuk memframing setiap isu keberagaman yang aktual atau mem-feeding-nya kepada jaringan jurnalis dan media, Diversity Award, Fellowship Liputan Keberagaman, monitoring media, dan penerbitan buku jurnalisme keberagaman merupakan kegiatan rutin SEJUK. Maraknya fake news dan fake information menjadi tantangan jurnalisme keberagaman untuk lebih menjangkau dan memanfaatkan media sosial agar menjadi ruang bersama yang mempromosikan dan menghargai kebinekaan. Strategic Planning SEJUK (Januari 2017) memfokuskan kerja-kerja jurnalisme keberagaman pada bagaimana media (mainstream dan media sosial) maupun korban atau penyintas dan kelompok minoritas secara efektif merespon hoax. Ini merupakan mandat forum diskusi terbatas bersama jaringan jurnalis senior dan beberapa pimpinan redaksi media nasional di Jakarta yang mengamanatkan SEJUK memanfaatkan media sosial. SEJUK kini mempunyai dua jaringan kerja yang aktif mempromosikan jurnalisme keberagaman di berbagai wilayah Indonesia. Pertama, jurnalis SEJUK yang menjangkau di banyak wilayah, salah satunya mendirikan SEJUK Kalbar. Kedua, pers mahasiswa yang di kampus menghadapi menguatnya gerakan radikalisme agama. Kedua jaringan kerja SEJUK bersama dengan kelompok korban, minoritas, akademisi, pejuang HAM kebebasan beragama dan berkeyakinan aktif memajukan jurnalisme yang menyuarakan hak-hak korban dan minoritas.

Load More Related Articles
Load More By Redaksi
Load More In Siaran Pers

One Comment

  1. […] KRONOLOGI PENYERANGAN GEREJA HKBP FILADELFIA […]

Leave a Reply

Check Also

Unending Stigma against LGBTIQ during Covid-19 Period in Bandung

By Fanny Syariful Alam A local vlogger in Bandung, West Java, Indonesia, Ferdian Palekka i…