Selasa, Mei 12, 2026
  • Login
SUBSCRIBE
SEJUK
No Result
View All Result
  • Isu
    • Agama
    • Disabilitas
    • Gender dan Seksual
    • Etnis
  • Liputan Kolaborasi
    • 2023
    • 2022
    • 2021
    • <2020
  • Panduan Jurnalis
  • Kontributor
  • English
  • Agenda
  • Galeri
  • Isu
    • Agama
    • Disabilitas
    • Gender dan Seksual
    • Etnis
  • Liputan Kolaborasi
    • 2023
    • 2022
    • 2021
    • <2020
  • Panduan Jurnalis
  • Kontributor
  • English
  • Agenda
  • Galeri
No Result
View All Result
SEJUK
No Result
View All Result
Home Siaran Pers

Jurnalis, Akademisi dan Ahli HAM Asia Tenggara Berkumpul untuk Hentikan Pelanggaran HAM di Kawasan

by Redaksi
04/04/2019
in Siaran Pers
Reading Time: 2min read
Jurnalis, Akademisi dan Ahli HAM Asia Tenggara Berkumpul untuk Hentikan Pelanggaran HAM di Kawasan
Share on FacebookShare on Twitter

Direktur Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK) Ahmad Junaidi mencemaskan menguatnya politik identitas di negara-negara kawasan yang berdampak pada pelanggaran hak-hak warga yang berbeda agama atau keyakinan, etnis dan ekspresi politik. Menurutnya, proses-proses politik seperti pemilu di masing-masing negara Asia Tenggara, termasuk juga Indonesia, turut memarginalkan kelompok-kelompok minoritas dan mengkriminaslisasi jurnalis.

“Regresi politik di Asia Tenggara ditingkahi dengan meningkatnya kriminalisasi terhadap jurnalis di negara-negara Asia Tenggara. Namun begitu, tidak bisa dipungkiri bahwa media ikut memberitakan isu-isu minoritas dengan cara yang bias bahkan ikut menstigma,” ujar Junaidi yang juga editor Jakarta Post ini.

Untuk itulah, lanjut pria yang akrab disapa Alex ini, Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK) bekerja sama dengan International Association of Religion Journalists (IARJ) dan Institute for Peace and Democracy (IPD) Universitas Udayana berinisiatif menghadirkan para ahli HAM, jurnalis-jurnalis dan akademisi di kawasan Asia Tenggara, Timor Leste dan Northeast India untuk berpartisipasi aktif menyikapi ancaman politik identitas dan otoritarianisme terhadap hak-hak dan kebebasan warga dalam format Regional Seminar & Workshop.

Kegiatan yang mengambil tema “The Nexus between Freedom of Religion or Belief, and Freedom of Expression in Southeast Asia” ini dilakukan di Nusa Dua, Bali, Indonesia, tanggal 18-20 Maret 2019, dengan tujuan memperkuat keterampilan para jurnalis dan media di Asia Tenggara dalam melaporkan isu-isu keberagaman di negaranya dengan tujuan mengurangi dan menghentikan menjamurnya politik sektarian di kawasan.

“Kegiatan ini merupakan lanjutan dari Konferensi Internasional tentang Jurnalisme Agama bertema Reporting Religion in Asia yang kami selenggarakan di Jakarta pada Oktober 2017,” kata pengajar jurnalistik di Universitas Tarumanagara, Jakarta.

Merespon Teror di Christchurch

Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi atau Wakil Menteri Luar Negeri akan menyampaikan keynote speech dalam Seminar The Nexus Between Freedom of Religion or Belief, and Freedom of Expression in Southeast Asia (18/3) sebagaimana beliau lakukan ketika konferensi internasional di Jakarta 2017 lalu.

“Pada kesempatan ini Menlu Retno sangat relevan untuk menyampaikan posisi Indonesia dalam memperkuat upaya bersama dengan negara-negara tetangga untuk mempromosikan dan melindungi HAM di kawasan. Sebab, dalam peluncuran pencalonan Indonesia untuk menjadi anggota Dewan HAM 2020-2022 beliau dengan sangat meyakinkan mengatakan bahwa Indonesia adalah mitra terpercaya bagi demokrasi, pembangunan dan keadilan sosial,” sambung Alex Junaidi.

Setelah seminar sehari, kegiatan dilanjutkan dengan workshop dua hari (19-20 Maret) yang melibatkan jurnalis-jurnalis Indonesia, Timor Leste, Asia Tenggara dan Northeast India dengan menghadirkan para ahli HAM. Workshop tertutup ini menjadi ruang bagi para jurnalis kawasan untuk saling berbagi pengalaman dan merumuskan bersama pedoman jurnalistik dalam meliput isu kebebasan beragama dan isu-isu penghormatan hak-hak minoritas.

“Ruang ini menjadi semakin penting bagi kalangan jurnalis kawasan untuk memperbanyak pemberitaan yang mendorong penghargaan terhadap perbedaan dan menyebarkan perdamaian di tengah politik identitas yang kian konservatif, sehingga diharapkan mampu meredam aksi-aksi kekerasan dan teror seperti yang terjadi di New Zealand Jumat lalu,” pungkasnya.

Nusa Dua, Bali, 17 Maret 2019

Panitia bersama Seminar & Workshop The Nexus between Freedom of Religion or Belief, and Freedom of Expression in Southeast Asia:
Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK)
International Association of Religion Journalists (IARJ)
Institute for Peace and Democracy (IPD) Universitas Udayana

Narahubung:
Ahmad Junaidi, Direktur SEJUK: 0812 8137 239;
Daniel Awigra, penanggung jawab Regional Seminar & Workshop: 0817 6921 757

Previous Post

Hentikan Pembredelan Media Mahasiswa!

Next Post

Belajar Menghormati dari LGBT

Redaksi

Redaksi

Journalists Association for Diversity (SEJUK) is an organization formed by journalists, activists, and writers to encourage the creation of society, with the support of the mass media, to respects, protects, and maintains diversity as part of the defense of human rights. SEJUK actively promotes perspectives of pluralism, human rights, gender, and diversity of sexuality to revive peaceful journalism. The aim is to spread issues of diversity in religion/belief, ethnicity, gender, and sexual orientation as well as other minority groups.

Related Posts

CLEAN THE CITY: Aksi Bersama Wujudkan Kota yang Bersih dan Damai

CLEAN THE CITY: Aksi Bersama Wujudkan Kota yang Bersih dan Damai

14/09/2025
Ahmadiyah

Global Peace Foundation Indonesia Gelar Peace! Project: Membangun Harmoni dalam Keberagaman

21/05/2025
Jelang 17 Agustus Ahmadiyah Dilarang Gelar Bazar Kemerdekaan, YLBHI: Ini Pelanggaran Konstitusi RI

Jelang 17 Agustus Ahmadiyah Dilarang Gelar Bazar Kemerdekaan, YLBHI: Ini Pelanggaran Konstitusi RI

10/08/2024
Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Muslim Indonesia Terhadap Lingkungan serta Perubahan iklim

Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Muslim Indonesia Terhadap Lingkungan serta Perubahan iklim

24/07/2024
Next Post
Belajar Menghormati dari LGBT

Belajar Menghormati dari LGBT

Please login to join discussion

Terpopuler

  • “Mama, Aku Lesbian dan Aku tetap Putrimu”

    “Mama, Aku Lesbian dan Aku tetap Putrimu”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Review Gadis Kretek: Kisah Cinta Dasiyah Memang Menyedihkan, Namun Peristiwa 1965 yang Menghancurkan Hidupnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Gereja Pertama di Indonesia yang Menerima LGBT dengan Terbuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Alasan Mengapa LGBT Diterima Gereja Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengobatan Homeopati dan Tabligh Ahmadiyah: Safari Masjid Mubarak Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tentang Kami

Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK) didirikan tahun 2008 oleh para jurnalis dari berbagai media mainstream, aktivis hak asasi manusia (HAM), dialog antar-iman dan penulis.

Hubungi Kami

Kontak

Karir

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • TikTok
  • YouTube

Community Guidelines

Kontributor

Pedoman Media Siber

© 2020 Serikat Jurnalis untuk Keberagaman

No Result
View All Result
  • Isu
    • Agama
    • Disabilitas
    • Gender dan Seksual
    • Etnis
  • Liputan Kolaborasi
    • 2023
    • 2022
    • 2021
    • <2020
  • Panduan Jurnalis
  • Kontributor
  • English
  • Agenda
  • Galeri

© 2020 Serikat Jurnalis untuk Keberagaman

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In