Sabtu, Mei 16, 2026
  • Login
SUBSCRIBE
SEJUK
No Result
View All Result
  • Isu
    • Agama
    • Disabilitas
    • Gender dan Seksual
    • Etnis
  • Liputan Kolaborasi
    • 2023
    • 2022
    • 2021
    • <2020
  • Panduan Jurnalis
  • Kontributor
  • English
  • Agenda
  • Galeri
  • Isu
    • Agama
    • Disabilitas
    • Gender dan Seksual
    • Etnis
  • Liputan Kolaborasi
    • 2023
    • 2022
    • 2021
    • <2020
  • Panduan Jurnalis
  • Kontributor
  • English
  • Agenda
  • Galeri
No Result
View All Result
SEJUK
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Informasi Terkini Upaya Pindah Paksa Pengungsi Syiah Sampang

by Redaksi
11/11/2013
in Uncategorized
Reading Time: 2min read
YLBHU: Ada Penggembosan Islah di Sampang
Share on FacebookShare on Twitter

Rekan-rekan jurnalis dan jaringan,
berikut adalah up date ihwal pengungsi Syiah di Sidoarjo sebagai bentuk klarifikasi atas informasi yang terlanjur beredar sebelumnya.

Ini merupakan kronologi yang kami susun dari keterangan pengungsi Syiah yang ada di Rusunawa Puspo Agro, Jemundo, Sidoarjo, dan pendamping mereka.

Peristiwanya terjadi pada Minggu, 10 November 2013, yang kemudian beredar informasi bahwa pengungsi Syiah Sampang berhasil dipindah paksa ke Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur.

07.00: Aparat kepolisian dan militer tiba-tiba berdatangan ke Rusunawa Puspo Agro Jemundo, Sidoarjo

08.00: Bis (kendaraan) besar kosong datang.

10.00: Kemenag Jatim, Kesra, Asisten III Sekda Provinsi Jawa Timur Edi Purwinarto, Prof. Abd. A’la dan Tim Rekonsiliasi-nya tiba di rusunawa.

11.30: Para pengungsi diminta kumpul di lantai bawah dengan alas an akan dilakukan sosialisasi pemulangan.

Setelah banyak dari warga Syiah turun ke lantai bawah, ternyata Kemenag Jatim dan aparat pemerintah daerah hanya membiarkannya dan malah rapat sendiri di Posko BPD yang ada di Rusunawa.

Akhirnya warga Syiah kembali ke kamarnya masing-masing.

13.00: Mendadak Kemenag dan aparat pemerintah daerah melakukan sosialisasi ke kamar-kamar.

Sayangnya, warga Syiah tidak meresponnya dan hanya berhasil mendatangi salah satu kamar warga Syiah Sampang – dengan alasan dan pertimbangan tertentu kami tidak menyebutkan nama penghuni kamar itu. Di kamar inilah Kemenag Jatim dan aparat lainnya kepada penghuninya mengatakan bahwa pemerintah akan melakukan proses pemulangan bertahap. Di mana tahap pertama akan dipulangkan 20 orang, tetapi dengan beberapa persyaratan. Di antara persyaratan yang menyertai tahap-tahap itu: pengungsi akan dipindahkan dulu ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya, tidak langsung ke Sampang (untuk itulah tersedia satu bis). Pengungsi juga harus mengikuti program yang akan melibatkan kyai-kyai, yang motivasinya agar warga Syiah mau menganut Sunni, meninggalkan ajaran yang diyakininya, sebelum dipulangkan ke Sampang.

Dan, jawaban tegas dari penghuni kamar tersebut, mereka hanya mau pulang ke Sampang tanpa persyaratan yang diajukan oleh pemerintah, tetapi justru meminta pemerintah agar segera memulangkannya langsung ke Sampang dengan memenuhi hak-hak warga Syiah tetap pada keyakinannya dan dibangun kembali rumah-rumah mereka.

15.00: Karena gagal mengunjungi kamar-kamar warga Syiah, Kemenag Jatim dan aparat Pemda rapat kembali di Posko.

Sampai sekarang tidak satupun warga Syiah pengungsi di Rusunawa Puspo Agro, Jemundo, Sidoarjo, yang berhasil dipindah paksa ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Pekan lalu, Rabu, 6 November 2013, Suryadharma Ali dan aparat pemerintahan daerah mengunjungi Rusunawa untuk mengajak pengungsi pulang sesuai dengan arahan pemerintah dalam versi dan kepentingan Suryadharma Ali demi menyongsong Pemilu 2014. Sebab, skenario Suryadharma Ali berbeda dengan program pemulangan pengungsi Syiah Sampang yang diintruksikan SBY yang tidak memberikan persyaratan agar pengungsi pindah keyakinan menjadi Sunni.

Yang patut disesali adalah Prof. Abd. A’la sebagai Ketua Tim Rekonsiliasi justru telah mengecewakan para pengungsi karena cenderung memihak kepentingan Suryadharma Ali dan Pemprov Jatim yang kebijakannya sangat diskriminatif terhadap warga Syiah Sampang. Oleh pengungsi dan pendamping, Prof. A’la diduga kuat memberikan data assessment Tim Rekonsiliasi ke pemerintah tentang warga-warga Syiah Sampang yang dinilai masih bisa dipengaruhi untuk pindah keyakinan menjadi Sunni. Sehingga ketemu angka sekitar 20 pengungsi yang pada tahap awal akan mengikuti “program pertaubatan” Suryadharma Ali. Meskipun, pada akhirnya, tidak satupun warga Syiah Sampang yang mau mengikuti “proposal sesat dan menyesatkan” Suryadharma Ali yang penuh kepentingan itu. (Thowik SEJUK)

Previous Post

Pemerkosa itu Bernama Negara

Next Post

Kapolri: Jangan mengatakan pihak lain paling salah menjalankan ibadah

Redaksi

Redaksi

Journalists Association for Diversity (SEJUK) is an organization formed by journalists, activists, and writers to encourage the creation of society, with the support of the mass media, to respects, protects, and maintains diversity as part of the defense of human rights. SEJUK actively promotes perspectives of pluralism, human rights, gender, and diversity of sexuality to revive peaceful journalism. The aim is to spread issues of diversity in religion/belief, ethnicity, gender, and sexual orientation as well as other minority groups.

Related Posts

Dubes Australia Apresiasi Kepemimpinan Perempuan di Morota

Dubes Australia Apresiasi Kepemimpinan Perempuan di Morota

22/10/2025
Kolaborasi Perempuan Akar Rumput dan Media di Tengah Menguatnya Kekerasan Struktural

Kolaborasi Perempuan Akar Rumput dan Media di Tengah Menguatnya Kekerasan Struktural

15/10/2025
Ngober: Ngonten Keberagaman

Ngober: Ngonten Keberagaman

28/11/2024
Transgender

DOSA DAN NERAKA BUKAN URUSAN NEGARA: TRANSGENDER ISA ZEGA UMRAH BERJILBAB TIDAK BISA DIPENJARA

26/11/2024
Next Post
Kapolri: Jangan mengatakan pihak lain paling salah menjalankan ibadah

Kapolri: Jangan mengatakan pihak lain paling salah menjalankan ibadah

Please login to join discussion

Terpopuler

  • “Mama, Aku Lesbian dan Aku tetap Putrimu”

    “Mama, Aku Lesbian dan Aku tetap Putrimu”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Gereja Pertama di Indonesia yang Menerima LGBT dengan Terbuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Review Gadis Kretek: Kisah Cinta Dasiyah Memang Menyedihkan, Namun Peristiwa 1965 yang Menghancurkan Hidupnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dalam Kemajemukan Itu Ada Keindahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Alasan Mengapa LGBT Diterima Gereja Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Tentang Kami

Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK) didirikan tahun 2008 oleh para jurnalis dari berbagai media mainstream, aktivis hak asasi manusia (HAM), dialog antar-iman dan penulis.

Hubungi Kami

Kontak

Karir

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • TikTok
  • YouTube

Community Guidelines

Kontributor

Pedoman Media Siber

© 2020 Serikat Jurnalis untuk Keberagaman

No Result
View All Result
  • Isu
    • Agama
    • Disabilitas
    • Gender dan Seksual
    • Etnis
  • Liputan Kolaborasi
    • 2023
    • 2022
    • 2021
    • <2020
  • Panduan Jurnalis
  • Kontributor
  • English
  • Agenda
  • Galeri

© 2020 Serikat Jurnalis untuk Keberagaman

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In