Home Berita Ini Generasi Z yang Lolos Agenda Jurnalisme Keberagaman di Banten

Ini Generasi Z yang Lolos Agenda Jurnalisme Keberagaman di Banten

6 min read
0
0
2,404

Peserta workshop pers mahasiswa SEJUK bersama Romo Aloysus Budi Purnomo (Semarang, 3/2/2019)

Bergumul dengan dinamika keberagaman di Banten adalah tantangan yang akan ditempuh generasi Z yang aktif dalam kerja jurnalistik di kampus-kampus wilayah Indonesia bagian barat. Mereka selama empat hari, 13-16 Maret 2020, akan bergabung dalam Workshop Pers Mahasiswa “Jurnalisme Keberagaman: Ruang Muda Merayakan Kebinekaan Indonesia” yang digelar Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK).

Selain berbagi pengalaman keberagaman dari wilayahnya masing-masing, mereka akan melakukan perjumpaan lintas-iman dengan mengunjungi rumah ibadah dari agama-agama minoritas di Banten. Selama proses empat hari itulah generasi Z akan melaporkan dan mempublikasikannya dalam bentuk feature, tulisan maupun video.

Direktur SEJUK Ahmad Junaidi memaparkan bahwa kegiatan di provinsi ujung barat pulau Jawa ini bertujuan agar prinsip-prinsip hak asasi manusia, kebebasan beragama dan berkeyakinan, gagasan pluralisme, keadilan gender hidup berkembang di kalangan muda. Workshop ini, sambung pria yang akrab disapa Alex, menjadi bekal bagi para aktivis pers mahasiswa (persma) untuk menerapkan jurnalisme keberagaman. Ini menjadi respon atas meningkatnya intoleransi dan diskriminasi yang banyak beredar di media mainstream dan media sosial yang bernada provokatif, stigmatis dan penuh ujaran kebencian bernuansa SARA.

“Diharapkan tumbuh kesadaran di kalangan generasi Z tentang pentingnya memanfaatkan media sosial sebagai alternatif merespon hoax SARA sekaligus ruang promosi prinsip-prinsip HAM dan toleransi,” ujar editor The Jakarta Post ini.

Ia sangat optimis pada generasi muda di era disrupsi apabila ditempuh banyak ikhtiar pelibatan mereka, yang akrab terhubung perangkat digital, dalam menggali dan merayakan keberagaman.


Peserta workshop pers mahasiswa SEJUK bersama para pemeluk Hindu di depan Pura Agung Jagatnatha Pekanbaru (28/07/2019)

Berikut adalah 25 peserta yang terpilih mengikuti Workshop Pers Mahasiswa “Jurnalisme Keberagaman: Ruang Muda Merayakan Kebinekaan Indonesia.”

  1. Fadhila Firdasari Wijaya, LPM Aspirasi UPN Veteran Jakarta
  2. Azzahra Dhea Safitri, LPM Aspirasi UPN Veteran Jakarta
  3. Siti Masyithoh, LPM Journo Liberta UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  4. Muhammad Silvansyah, LPM Institut Liberta UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  5. Muhammad Nur Kholiq, LPM Nawaksara Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya
  6. Ariza Qanita, LPM Al-Maslahah UIN Sunan Ampel Surabaya
  7. Adzka Haniina, LPM aL-Millah IAIN Ponorogo
  8. Vick Ainun Haq, LPM Unipdu Universitas Pesantren Tinggi Darul ‘Ulum Jombang
  9. Suharsono, LPM Dinamika IAIN Salatiga
  10. Lina Mei Tina, LPM Justitia UIN Walisongo Semarang
  11. Niluthohiroh, LPM Warna IAIN Kudus
  12. Ilman Hidayat, LPM Al-Mizan IAIN Pekalongan
  13. Natasya Pazha Denanda, LPM Dimensi IAIN Tulungagung
  14. Nur Khotimah, LPM Ukhuwah UIN Raden Fatah Palembang
  15. Juniancandra Adi Praha, LPM Gelora Sriwijaya, Univ. Sriwijaya Palembang
  16. Abdul Azis Said, LPM Suaka UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  17. Destria Ramadina, LPM Raden Intan UIN Raden Intan Lampung
  18. Febriana Mayasari, LPM Raden Intan UIN Raden Intan Lampung
  19. Sri Ayu Indah Mawarni, UKPM Teknokra Universitas Lampung
  20. Novia Umi Astari, LPM Kronika IAIN Metro Lampung
  21. Eksanti Amalia Kusuma, LPM Sintesa Fisipol UGM Yogyakarta
  22. Fauzul Maghfiroh, LPM Sigma UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  23. Dani Mukarom, LPM Sigma UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  24. Liya Apriyani, LPM Orange Univ. Sultan Ageng Tirtayasa Serang
  25. Dewi Suciyanti, LPM Orange Univ. Sultan Ageng Tirtayasa Serang

Kegiatan ini secara rutin dilakukan SEJUK tiga kali dalam setiap tahunnya sejak 2010. Untuk para pendaftar yang belum beruntung bisa mendaftar ulang di kegiatan berikutnya, kalender program 2020 dan 2021 yang jadwal dan daerahnya sudah diumumkan di Sejuk.org.

*Bagi para peserta yang lolos sila mengkonfirmasi keikutsertaannya dalam workshop persma SEJUK ke panitia. Akomodasi seluruh peserta selama kegiatan ditanggung oleh panitia Jakarta. Lokasi kegiatan akan disampaikan secara langsung oleh panitia kepada para peserta.

**Penyelenggaraan workshop ini bekerja sama dengan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) SiGMA Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten dan LPM Orange Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Serang, Banten serta didukung Friedrich-Naumann-Stiftung für die Freiheit (FNF) dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

*** Kontak panitia:

Yuni Pulungan (SEJUK: +62 822 7648 0187) | Muhammad Uqel Assathir (LPM SiGMA: +62 812 8443 4716) | Aulia Maulani (LPM Orange: +62 878 8667 0425)

IG: kabarsejuk2008 | Twitter: @KabarSEJUK | Fanpage: Kabar SEJUK | FB: Sejuk | Website: Sejuk.org | YouTube: Sejuk TV

Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK) adalah ruang bersama yang dibentuk kalangan jurnalis, aktivis dan penulis yang mendorong terciptanya masyarakat, dengan dukungan media massa, yang menghormati, melindungi dan mempertahankan keberagaman sebagai bagian dari pembelaan hak asasi manusia. Mei 2008 sekitar 30 jurnalis dari berbagai media dengan para aktivis HAM dan antar-iman, serta penulis isu kebebasan beragama, bertemu dan mendiskusikan tentang kekhawatiran meningkatnya konservatisme di kalangan jurnalis dan kecenderungan media massa yang menyudutkan kelompok minoritas bahkan korban diskriminasi dan kekerasan atas nama agama. Keyakinan pada peran strategis pers sebagai salah satu pilar demokrasi dan pengaruhnya yang luas terhadap publik meneguhkan kembali semangat kebersamaan di kalangan jurnalis dan masyarakat lainnya dalam pertemuan itu untuk mengkampanyekan pentingnya pemberitaan media dalam menghidupkan toleransi dan perdamaian, bukan sebaliknya. 1 Juni 2008, ketika massa yang terdiri dari FPI dan laskarnya menyerang Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) yang menggelar apel peringatan Hari Kelahiran Pancasila di Monas, merupakan titik tolak bagi kalangan jurnalis mengembangkan jaringan kerja untuk kampanye jurnalisme keberagaman. Sebab, berbagai pemberitaan terkait “tragedi Monas” saat itu cenderung memojokkan AKKBB. Memberitakan dengan sentimen keyakinan jurnalis menjadi penyebab dasarnya, selain minimnya perspektif pluralisme dan HAM serta ketidaksetiaan jurnalis dan media pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS). Pembentukan SEJUK pun menjadi kebutuhan menghidupkan jurnalisme damai pada lingkup isu keberagaman (kebebasan beragama/berkeyakinan, etnis, keadilan gender dan orientasi seksual). Training jurnalis, in-house workshop, workshop untuk jurnalis kampus, media visit menghadirkan kelompok korban dan minoritas, diskusi media untuk memframing setiap isu keberagaman yang aktual atau mem-feeding-nya kepada jaringan jurnalis dan media, Diversity Award, Fellowship Liputan Keberagaman, monitoring media, dan penerbitan buku jurnalisme keberagaman merupakan kegiatan rutin SEJUK. Maraknya fake news dan fake information menjadi tantangan jurnalisme keberagaman untuk lebih menjangkau dan memanfaatkan media sosial agar menjadi ruang bersama yang mempromosikan dan menghargai kebinekaan. Strategic Planning SEJUK (Januari 2017) memfokuskan kerja-kerja jurnalisme keberagaman pada bagaimana media (mainstream dan media sosial) maupun korban atau penyintas dan kelompok minoritas secara efektif merespon hoax. Ini merupakan mandat forum diskusi terbatas bersama jaringan jurnalis senior dan beberapa pimpinan redaksi media nasional di Jakarta yang mengamanatkan SEJUK memanfaatkan media sosial. SEJUK kini mempunyai dua jaringan kerja yang aktif mempromosikan jurnalisme keberagaman di berbagai wilayah Indonesia. Pertama, jurnalis SEJUK yang menjangkau di banyak wilayah, salah satunya mendirikan SEJUK Kalbar. Kedua, pers mahasiswa yang di kampus menghadapi menguatnya gerakan radikalisme agama. Kedua jaringan kerja SEJUK bersama dengan kelompok korban, minoritas, akademisi, pejuang HAM kebebasan beragama dan berkeyakinan aktif memajukan jurnalisme yang menyuarakan hak-hak korban dan minoritas.

Load More Related Articles
Load More By Redaksi
Load More In Berita

Leave a Reply

Check Also

Unending Stigma against LGBTIQ during Covid-19 Period in Bandung

By Fanny Syariful Alam A local vlogger in Bandung, West Java, Indonesia, Ferdian Palekka i…